Jumat, 28 Februari 2014

PUISI




MATI DALAM MIMPI

Ketika Pagi Menggantikan sang Malam
Ketika Mentari mulaiMenghangatkan Tubuh dari Kedinginan
Mencoba Beranjak dari Terbaringnya Tubuh ini
Berlari dan Menghampiri Jendela Gubuk yang terpancar Sinar Sang Fajar
Memegang erat barisan besi hitam yang memagar
“,,”
Kemudian Meratakan Wajah Kedepan tempat Penglihatan
Mengangkat Dagu keatas tempat Khayalan
Dan akhirnya Menundukan Kepala kebawah tempat Pijakan
Merasakan sipenggerak dan sipelangkah terkunci gelang alumunium putih
Seakan terasa berada diJeruji Besi Teror Kehidupan
“,,”
Hembusan Nafas terasa terpenggal dalam dada ini
Alunan Suara Merdu terasa terkunci dalam mulut ini
Derasnya aliran airmata membahasi pipi dari sudut ke sudut
Kerasnya Suara Panggilan yang semakin menusuk masuk gendang telinga
Yang belum sempat dimengerti kenapa tubuh ini terasa mati
“,,”
Mungkinkah ini hanya sebuah mimpi
Sepertinya tidak, karena sulit terbangun dari tidur buruk ini
Ataukah ini adalah sebuah kenyataan
Sepertinya tidak, karena sulit menggerakan tubuh ini
Wahai Pencipta Kemanakah Raga ini dan Kau Jadikan Apa semua ini
“,,”
Jantung yang terasa Tak berdetak menghentikan waktu
Mata yang terasa tak Berkedip menjauhkan pandangan
Mulut yang terasa tak Terucap menghilangkan Pemahaman
Dan Tubuh yang terasa tak Bergerak menunda setiap perjalanan
Hingga Terkulai Pasrah menanti apa yang akan terjadi
. . .

                                                Karya               : Etrik Maesaroh




3 komentar: